Minangkabau of Indonesia


Cerita dan Berita dari Orang Minang, Informasi, Lowongan Kerja, Tips dan Trik, Tutorial, dan Download Gratis

email : blogminangkabau@gmail.com


Apakah Orang Minang Kini Seperti Itu??


Tulisan berikut berjudul * Si Batak, from Anjing to Kerbau saya kutip dari blog Angin Petang. Saya tidak akan banyak berkomentar, silahkan kita Urang Minang berfikir sendiri. Berikut isi postingan tersebut :


Seperti banyak orang minang yang tumbuh dan besar di kampung, saya naturally tidak punya kesan dan persepsi yang bagus tentang orang batak.

Batak adalah kafir pemakan anjing. Tentu juga makan babi, tidak beradat, maling, perampok, mabuk, dan ujung titit tidak dipotong, adalah hal-hal lainnya yang worth to mention.

Tentu berbeda sekali dengan orang Minangkabau yang islami, beradat dan santun, serta berbudaya.. Berbeda sekali dengan orang Minang yang katanya berpendidikan dan berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Orang batak adalah kaum yang malang berbudaya rendah dan sayangnya juga mantiko, menyebalkan dan berpeluang besar jadi sampah masyarakat.

Mungkin tidak hanya saya, banyak batak sendiri yang mencoba membangun jarak dengan kebatakan mereka. Lihatlah, betapa mandailing, angkola, dan juga sebagian karo atau dairi-pakpak mencoba memutuskan asosiasi dengan kebatakan mereka. Bahkan, banyak yang terang-terangan di pantai timur menjelma menjadi melayu.

Namun, belakangan, banyak hal-hal baru tentang orang batak yang saya ketahui. Nggak semua batak jadi kernet bus, banyak yang jadi sopir juga, dan sekaligus pemiliknya. Banyak juga batak yang motong ujung tititnya, nggak makan anjing, nggak makan celeng. Banyak batak yang rajin ke mesjid, bernama arab, dan berjilbab ria. Banyak batak yang mentereng, wangi, mengkilat, dan gak berjigong. Banyak batak jadi camat, lurah, menteri, bupati, gubernur, rektor, dan pengusaha. Banyak batak yang cantik jelita, tampan rupawan, ganteng rumanteng.

Di Bandung, saat nyasar sekolah di jurusan dan fakultas top di kampus yang katanya paling tob se Indonesia, saya baru menyadari betapa banyak batak cerdas berseliweran. Kalau minang perantauan diexcluded, surely lebih banyak si batak pintar di kampus ini daripada si minang. Batak-batak ini tak hanya senang bergitar, mereka juga pintar bernyanyi bersama dalam paduan suara harmonis. Dan saya nggak sempat lihat mereka makan anjing, malah pada rajin ke restoran padang.

Selain berambut hitam, berjakun, dan berpantat dua, banyak kenalan dekat batak saya yang berhati lembut, santun, dan pemurah hati. Ingin rasanya saya menuliskan nama-nama teman lama batak itu di sini.

The reality is… tertinggal beratus-ratus kilometer di belakang, batak melaju kencang, dan dengan mantap menyalip Minang yang senang berlenggak-lenggok seperti banci dengan pantun-pantun dan ayat-ayat al quran berhahasa arab kuno itu.

Di Jakarta, batak menyelip di antar ratusan pedagang minang, dan menggeser pelan-pelan, bahkan mendominasi di beberapa titik. Lebih banyak pengusaha baru sukses batak dari pada minang. Lebih banyak insinyur berkualitas batak dari minang. Lebih banyak eksekutif baru batak daripada minang. Jangan ditanya pengacara, hakim dan jaksa Lebih banyak batak jadi politikus dan birokrat daripada Minang. O iya, ada Hatta, Sjahrir, Agus Salim, dll…iya, di abad lalu…

Penulis dan sastrawan? Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisjahbana, Idris, Adinegoro, etc? Masih untung masih ada Pak Habe dan Pak Edizal. Dan yang jelas semakin banyak perempuan cantik lebih tergila-gila pada batak sukses, regardless ujung titit mereka dipotong atau tidak, daripada Padang bau rendang.

Ada beberapa nama Minang yang mencoba terseok-seok menyaingi Batak, tapi mereka lebih minang perantauan yang tidak terikat pada nilai-nilai primitif minang.

Yang tersisa? yang tersisa bagi orang minang adalah keirian, setidaknya bagi minang seperti saya. Tidak gampang mengubah perspective yang sudah built-in tentang kaum inferior bernama batak, pemakan anjing, titit berujung, perampok, pemabok, dan yes kafir…Yang ada adalah keirian. Ini sangat berat bagi orang Minang, menghadapi kenyataan menyakitkan ini.

Tapi hari demi hari, saya makin simpati pada barisan batak ini. Saya melihat kejayaan orang Minangkabau masa lalu pada kaum pemakan celeng ini. Cerita kesuksesan kaum minoritas Minangkabau di masa lalu, terulang pada kaum Batak.

Menolak adat dan kebiasaan yang tidak sesuai jaman dan tidak produktif; belajar dan mengadopsi peradaban, kebudayaan, dan pengetahuan baru dari Eropa atau Timur Tengah; kritis, berani berbicara dan bertindak; membuka mata, telinga, dan hati lebar-lebar… semuanya adalah pondasi kesuksesan orang Minangkabau di masa lalu. Hal yang dilupakan telak-telak oleh orang Minangkabau sekarang, diambil alih dengan mantap oleh orang batak. Orang minang senang meringkuk dalam tempurung adat bersyandi syarak, dan syarak bersandi kitabullah itu. Rajin menghapal pantun-pantun dan ayat alquran berbahasa arab, dan berpegang padanya erat-erat, very tightly.Tidak punya nyali dan titit untuk melangkah keluar dari tempurung kecil berselimut sabut kelapa jamuran itu.

Setiap kali saya membaca koran, majalah, internet, dan menonton tivi..saya seperti melihat Muhammad Hatta dengan marga Situmorang sedang berbicara atau dibicarakan, saya seperti melihat Sutan Sjahrir dengan marga Panggabean; M Natsir Simbolon, M Yamin Pangaribuan, Agus Salim Butar-Butar, Adinegoro Hutabarat, Chairil Anwar Harahap, Sutan Takdir Alisjahbana Simanjuntak, Marah Rusli Siagian, Rohana Kudus Napitupulu, Rasuna Said Siregar, Abdul Muis Tobing, Tan Malaka Marpaung, Buya Hamka Pardede….

Menurut majalah Tempo, 6 dari 10 tokoh Indonesia paling berpengaruh di abad 20 adalah kaum minoritas Minangkabau. Quite possibly, untuk abad 21, enam dari sepuluh tokoh itu adalah dari kaum minoritas Batak.
Nampaknya, mimpi saya untuk melihat orang Minangkabau membangkit batang terendam, mengulangi kejayaan masa lalu tercapai sudah, melalui kaum Batak kafir pemakan anjing ini.

Tapi, sebaiknya saya berhenti mengasosikan Batak dengan anjing, baiknya lah dengan kabau alias kebo. Kerbau adalah simbol kemenangan orang Minang di masa lalu=  ‘Minangkabau’. Namun, kini orang Batak jelas lebih berhak memanggulnya…Batakkabau!

Saya berharap ada kaum Batakkabau yang menerima saya menjadi bagiannya, dengan senang hati saya rubah suku Sikumbang ini menjadi marga Simatupang.

—————————————
htpp://anginpetang.wordpress.com

Read More  »»

Yang Bilang 1.3 M Biasa Saja Pasti Sinting


Read More  »»

Hasil Seleksi Tes Tahap 1 Penerimaan Technical / Operator Trainee PT.Semen Padang

Informasi terbaru ini diperoleh dari situs resmi PT. Semen Padang. Bagi siapa saja yang ingin mengetahui informasi hasil seleksi Tes Tahap 1 telah diumumkan di website PT. Semen Padang mulai hari ini bisa dilihat di http://rekrutmen-iai.com/semenpadang/index.php?subtask=login dengan menggunakan UserID dan Password Anda.

Tes tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal Sabtu, 9 Januari 2010 - Minggu, 10 Januari 2010
UJIAN AKAN DILAKSANAKAN DI UNIV. BUNG HATTA, KAMPUS 1 ULAK KARANG DAN KAMPUS 3 GUNUNG PANGILUN

Read More  »»

Update Google PageRank Blog Minangkabau

Wew, hari ini Google update PageRank lagi, blog saya kebagian satu,. Ya, dari pada ga' sama sekali. Tapi sungguh disayangkan, dulu waktu blog ini masih bernama sate-ajo.blogspot.com saya mendapatkan PageRank 3, tapi setelah menggunakan domain minang-kabau.com hanya mendapat PageRank 1. Tapi syukurlah, paling ga' bisa tambah semangat bikin postingan lagi,..

Read More  »»

Informasi Hasil Seleksi Tes Tahap 1 Penerimaan Technical / Operator Trainee PT.Semen Padang

Informasi terbaru ini diperoleh dari situs resmi PT. Semen Padang. Bagi siapa saja yang ingin mengetahui informasi hasil seleksi Tes Tahap 1 akan diumumkan di website PT. Semen Padang paling lambat
tanggal 2 Januari 2010.

Dalam pengumuman nanti bagi yang dinyatakan lulus seleksi Tes Tahap 1 berhak mengikuti Tes Tahap 2. Peserta Tes Tahap 2 akan dibagi dalam 2 (dua) gelombang, dengan jadwal sebagai berikut :

* Gelombang 1, 9 Januari 2010
* Gelombang 2, 10 Januari 2010

Tes Tahap 2 meliputi Psikotes & Tes Bahasa Inggris untuk semua peserta, dan tambahan Tes Pengetahuan Kejuruan bagi pelamar untuk jenjang pendidikan D3.

Read More  »»

Tanda-tanda / Ciri-ciri Fisik Wanita yang Sudah Tidak Perawan

Wew,.. judul postingan kali ini memang lain dari yang lain. Sekedar berbagi info yang saya dapatkan, tapi jangan terlalu dijadikan acuan, toh ini sekedar informasi yang saya sendiri belum pernah saya coba sendiri.
Jadi ciri-ciri wanita yang sudah tidak perawan lagi diantaranya adalah

1. Bagian ujung mata didekat hidung legok kearah dalam.
2. Rambut tipis dipinggir pelipis dekat telinga tidak tegak berdiri.
3. Lengan ( dekat bahu ) tidak tipis.
4. Pinggir Paha belahan terlihat nyata alias tidak bulat lagi.
5. Terlihat urat pada betis ( bukan Varises )
6.  Pantat jatuh atau condong turun kebawah

Buat yang berikut perlu interaksi fisik langsung
7. Kalo jari kelingking dipegang langsung keringat dingin salah tingkah
8. Kalo berdekatan / bersentuhan tubuhnya gampang panas.
9. Puting Payudaranya tidak besar.
10. Bila tersentuh “kemaluan” akan merasa sangat sensitif sambil mengeluarkan sedikit teriakan kecil.

Nah,.. ada info tambahan lagi nih,. katanya buat nentuin seorang cewek terkena penyakit kelamin atau tidak, coba tekan perutnya, kalau kelihatan dianya meringis ya biasanya ada penyakit berbahaya pada dirinya,. atau bisa juga dengan bau nafasnya, kalau bau nafasnya seperti antibiotik, itu juga patut dijauhi.

Tapi semua cerita diatas jangan selalu dijadikan acuan,.
Sekedar berbagi saja,..

Read More  »»
 
Blog Minangkabau © 2009 | Resolution: 1024x768px | Best View: Firefox | Top